Warning: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /site2/FriendCircles/member/index.php on line 37

Warning: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /site2/FriendCircles/member/index.php on line 37

Warning: Call-time pass-by-reference has been deprecated in /site2/FriendCircles/member/index.php on line 37
FriendCircles.com | moeldjanie's circle - Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
FriendCircles.com - The Circles of Friends Network Welcome Guest Sign In   -   Join For Free!
My Account  |  Friends  |  Message  |  Organizer  |  Groups  |  Classifieds  |  eCards  |  Shop  |  Auction  |  Games  |  Talk
moeldjanie
Member Profile
Photo Album
Journal
Calendar
Female, 29 years old, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
View Full Profile | Photos

Contact moeldjanie
Send a Message Add to Friends
Forward to Friend Add to HotList
Block Member Report User

About moeldjanie
Status : Single
I am a : Bi-Sexual
Looking for : Men to Date, Friends / Pen Pals, Casual Dating Partners, Business Partners / Network, Activity Partners
Favourite Music :
shade, james ingram, al jerreau, bobby cadwell, david foster, robbie wiiliams
Favourite Books :
putu wijaya, kurnia effendi, veven sp wardhana, seno gumira ajidarma
Favourite Celebrities :
madonna
Favourite Drinks :
coffee
Would like to meet :
anybody
My Interests :
i love to make friends, reading some fictions, writing, and travelling

Inside moeldjanie's Circle...
Events See what's happening within moeldjanie's circle of friends
Recommendations - what's Cool!

LATEST - moeldjanie and Friends recommend:
Website from Indonesia:
blog khusus angga chen - Unrated

Other from Indonesia:
Jasa Design Grafis (MURAH): brosur,logo,banner, dan sgala jenis design + Privat Komputer - Unrated

Website from Indonesia:
GBI BETLEHEM - Unrated

[ view all ]

Cars & Trucks Books & Authors
Clubs & Societies Electronics & Gadgets
Games Magazines
Movies Music
Recipes Restaurants
Vacation Spots Websites

Other Members
tio2rescue, tulipe, ailendzzz, morfiny, silumanularhitam, cybershot, bookworm, fhendrayana, oemarbakrie45, boodee, iyut01, sahabateman, fred076, gueapril, lampuko, mettashanti, rumahkakiq, trojennn, dreamcurly, ivayhot

Ads By AffiliateBot

About Me
moody,stubborn,selfish,adventurous,split personality:D

Latest Journal Entries [ View All Entries ]

Wednesday, May 25, 2005

Perempuan dan tubuhnya
06:28 AM

 

 

Tidak ada seorang perempuan pun yang dapat menyatakan dirinya sebagai manusia bebas bila ia tidak dapat mengontrol dan menentukan tubuhnya sendiri (Margaret Sanger)

Perdebatan soal tubuh ideal adalah wacana lawas yang telah sejak dulu hingga saat ini tak habis-habisnya dipersoalkan. Meski definisi tubuh ideal itu juga selalu berubah-ubah sesuai perkembangan zaman. Sebut saja, saat jaman Renaissance, bentuk tubuh yang dianggap ideal adalah yang cenderung ‘berisi’. Namun konsep itu berubah di jaman Victoria yang menganggap tubuh langsing dengan lingkar pinggang yang kecil lah yang paling ideal saat itu.

 

Seiring perjalanan waktu konsep tentang arti kecantikan juga kerap mengalami pergeseran. Dalam proses ini media mengambil peran yang cukup besar. Bagamana tidak, iklan-iklan, imej-imej yang ditampilkan media itu yang kemudian akan membentuk definisi tersendiri. Sebut saja keberhasilan Vogue  dan Harper’s dalam menciptakan konsep perempuan pada saat itu, yakni lajang, sexy, bebas dan berani. Konsep itu terwakilkan dalam sosok Jane Shrimpton, seorang model tenar dari Inggris pada saat itu

 

Konsep dan prilaku ini ternyata mengundang kritik dari kritik dari para feminis yang menamakan dirinya Woman’s Liberation. Menurut mereka, industri pakaian dan kosmetik telah membuat perempuan hanya menjadi objek sex semata dari kepentingan laki-laki. Sementara kalangan pengusaha menyediakan berbagai produk yang mereka katakan dapat mempercantik perempuan dengan imej yang telah mereka ciptakan.

 (Wacana Tubuh Perempuan: Jurnal Perempuan Edisi 15)

 

Di Indonesia sendiri majalah-majalah wanita pun berprilaku demikian. Misalnya saja majalah-majalah remaja yang cenderung ‘menekan mental’ para remaja putri soal konsep mereka tentang definisi cantik. Kerap dalam tulisan mereka ditekankan bahwa perempuan cantik itu adalah perempuan dengan tubuh yang bagus, berkulit putih, berambut panjang, berkaki jenjang, dan banyak lagi.

 

Pertanyaannya, apakah kecantikan itu hanya diukur sebatas tubuh belaka? Bagaimana dengan mereka yang berkulit gelap, bertubuh gemuk, berkaki pendek? Bagaimana dengan mereka yang berasal dari Indonesia bagian Timur? Tidakkah citra seperti itu akan menyinggung perasaaan mereka? Secara umum bentuk fisik begitu memanglah menarik. Tapi bagaimana dengan intelejensia dan inner beauty?

 

Daam hal ini media ikut bertanggung jawab atas konstruksi ini. Bagaimana tidak, melalui iklan-iklan yang ditampikan dan sosok perempuan yang digambarkan dalam sinetron-sinetron ini bisa masuk dengan mudah ke ruang privat publik. Yang imbasnya tentu saja membentuk wacana tertentu kepada publik. Dalam  hal ini dengan konstruksi definisi cantik yang dibentuk seperti di atas, tentu saja menimbulkan ‘kekhawatiran’ tersendiri bagi yang tidak memiliki ciri tersebut. Hal ini dengan serta merta mereproduksi rasa tidak percaya diri dan sebagainya.

 

Sejauh media massa hanya membangun citra estetik semu demi komersialisasi, itu sama halnya dengan sengaja memperkukuh konstruksi budaya patriarki atas prilaku seksual yang negatif. (Tommy F Awuy,Wanita dan Media: Moralitas Perempuan dan Wacana Kekerasan Seksual)

 

Seiring perjalanan waktu dan perkembangan teknologi,  hal ini cukup memungkinkan dan membuka peluang bagi para kaum hawa yang ingin melawan proses alaminya. Sebut saja laser pengilang kerut, botox , sedot lemak dan masih banyak lagi metode yang bisa digunakan untuk membuat mereka tetap terlihat cantik.

 

Akhir-akhir ini fenomena yang berkembang di kota Medan adalah, semakin menjamurnya klinik kecantikan dan salon-salon yang menyediakan fasilitas sedot lemak. Sebut saja, Prof. H. Mawarli Harahap. Ahli kecantikan yang cukup dikenal di Medan ini, boleh dikata pioneer dalam bidang sedot lemak . Menurutnya, jumlah pasien yang datang kepadanya kian hari kian bertambah jumlahnya. Ia mensinyalir perempuan sekarang lebih aware akan kecantikannya. “ Ia juga dengan sadar berusaha menjaga dan merawat kecantikan itu,� paparnya lebih lanjut. Menurut Mawarli, perempuan-perempuan yang jadi pasiennya datang dari berbagai usia, tempat dan persoalan. Dari yang datang untuk hanya sekadar berkonsultasi bagaimana caranya mencegah penuaan dini, meminta obat penghilang kerut, hingga ingin memindahkan lemak di bagian tubuhnya, agar terlihat selalu kencang.

 

Namun tak semua perempuan mengalami ‘krisis percaya diri’ seperti ini. Buat sebagian perempuan, proses repairing  ini adalah bentuk ketidakpercayaan diri dan menipu diri sendiri. “Kenapa juga harus melawan alam? Toh daya tarik perempuan tak hanya bisa dinilai dari kecantikan fisik aja,â€? kata Iffah, seorang perempuan yang berprofesi jurnalis ini. “ Kecantikan sejati itu datangnya dari brain and heart. Kecantikan seperti itu yang lebih kekal dan takkan lekang dimakan waktu,â€? paparnya lagi.

 

Lain Iffah, lain pula Dina. Sekretaris direksi di sebuah perusahaan swasta ini mengaku pernah berkeinginan untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada beberapa bagian tubuhnya. “Saya ingin menghilangkan kerut di sekitar mata, menghilangkan selulit pada paha saya, dan yang paling saya impikan adalah melakukan sedot lemak,� ungkapnya. Hal ini buat Dina bukan tanpa alasan. Perempuan berusia 40 tahun ini merasa harus ‘menjaga’ kecantikannnya itu demi menjaga keharmonisan rumah tangga. “ Ya itung -itung nyenengin suamilah� ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya jika kecantikannnya masih terjaga dengan prima, hal tersebut akan memperkecil kemungkinan sang suami akan mencari WIL (Wanita Idaman Lain).

 

Namun menurut Soetji Lestari, salah seorang Dosen Sosiologi FISIP Universitas Sudirman, hal seperti ini harusnya tidak menjadi prioritas.Meski ada pribahasa yang mengatakan: kecerdasan perempuan itu terletak pada kecantikannya, dan ketampanan laki-laki itu terletak pada kecerdasannya. “Hal ini tentu merupakan konstruksi sosial, yang pada prakteknya dapat kita lihat di mana perempuan yang cantik akan cenderung mendapat perlakuan istimewa,� ulasnya. Menurutnya hal itu yang turut memacu kenapa perempuan melakukan tindakan seperti itu.

 

Ini juga bisa dilihat dalam ajang-ajang kontes kecantikan, yang meski mengaku mengutamakan brain, beauty, behaviour, akan tetapi tetap saja kecantikan yang merupakan prioritas utama dalam soal penilaian.

 

Soal  usaha memperbaiki bentuk fisik, Soetji punya pendapat tersendiri. “ Saya sih setuju saja sejauh itu tidak dilakukan dengan cara yang aneh-aneh. Apalagi yang membabi buta, misalnya hingga menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Saya lebih setuju pada usaha-usaha untuk pemeliharaan, seperti olah raga dan menjaga pola makan.â€? ujarnya berargumen.

 

Soal kekhawatiran perempuan akan perubahan fisik yang mengakibatkan pada berpalingnya pasangan, ia malah punya argumen lain.� Kenapa kita tidak bisa melihat pada bule-bule yang menikah dengan orang Indonesia yang notabene berwajah ‘biasa-biasa saja�? . Menurut peneliti di Pusat Kajian Wanita Unsoed ini, harusnya perempuan bisa menunjukkan kelebihan yang lain, yang tentu saja akan menjadi nilai lebih dan daya tarik tersendiri baginya ketimbang cuma mengandalkan fisik belaka. “Kita harus bisa menunjukkan human capital yang kita miliki,� tambahnya lagi.

 

Menurutnya, hal ini juga dijustifikasi oleh agama  seperti dalam beberapa iklan-iklan kosmetik “Contohnya saja iklan kosmetik Wardah (produk kosmetik yang bernuansa Islami). Dalam iklan tersebut ditekankan penting merawt tubuh demi menyenangkan hati suami, padahal merawat tubuh itu kan sifatnya universal, bisa berlaku buat siapa aja,â€? tambahnya lagi.

 

Ia juga berharap kondisi ini lambat laun akan segera membaik. “ Ini memang butuh proses,â€? ungkapnya. Tapi ia optimis akan membaiknya kondisi ini. “Mungkin pelatihan-pelatihan dan pendidikan soal gender akan turut berperan memperbaiki keadaan,â€? ujarnya penuh harap. Semoga.  

0 Comment


Thursday, May 05, 2005

Jika ibu boleh memilih..
07:06 AM

 

Jika ibu boleh memilih..

 

Jika ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

 

Tetapi anakku...

Hidup memang pilihan

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak..

Maafkan ibu..

Maafkan ibu...

 

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita

Agar tidak ada satu kepingpun bagian dari puzzle kehidupan kita yang hilang

 

Percayalah nak...

Sepi dan tangismu adalah sebagian dari duka ibu

 

Percayalah nak...

Kau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu.

 

(Adapted from Jika Ibu Boleh Memilih by Ratih Sang)

 



0 Comment



moeldjanie's Circle of Friend... [ View All Friends ]
pikniku
Friend
No Photo
saqibkhan
Friend
faisss
Friend
keke66
Friend
myadwi
Friend
No Photo
julfini
Friend
No Photo
ronaldchristanto
Friend
No Photo
daffa10
Friend
loematta
Friend
No Photo
muanade
Friend
sotoayam354
Friend
matakau
Friend

moeldjanie's Testimonials [ View All Testimonials ]

There are no testimonials available


[ Write moeldjanie A Testimonial Now! ]




Privacy Policy  |  Terms & Conditions  |  About Us  |  Contact Us  |  FriendzBar  |  Song Lyrics
Copyright © FriendCircles.com, 2004-2006. All rights reserved.